japostei.com

7 Pertanyaan Yang Masih Menjadi Misterius

Gambar : buzzkenya.com

Sekitar Dunia Unik – Menurut laporan Inggris, seiring dengan perkembangan teknologi dan kemajuan sosial masyarakat, orang-orang telah mempunyai pengetahuan yang lebih dalam terhadap sejumlah besar hakekat hal ihwal. Namun terhadap sejumlah soal lainnya sampai kini para ilmuwan tetap masih belum sanggup memperlihatkan tanggapan dan penjelasan. Apa saja? Mari kita simak 7 pertanyaan yang masih menjadi misterius bagi para ilmuwan :

1. Apakah anjing mempunyai rasa humor?


Ilmuwan meneliti inteligensi binatang, mereka semakin mengakui suatu pandangan demikian. Perilaku hewan bukan hanya bereaksi secara insting, tapi suatu reaksi bawah sadar, substansi anutan mereka membuatnya mempunyai kemampuan mencicipi suka, marah, murung dan bangga bahkan rasa humor melalui organ sensornya.

Misalnya peneliti telah mendapati, bahwa gajah sanggup mengenali dirinya dalam cermin (banyak bawah umur yang belum tentu sanggup berbuat ibarat demikian) orang utan (atau mungkin sejumlah unggas) sanggup mencar ilmu sejumlah bahasa tingkat permulaan serta membuat suatu peralatan yang rumit.

Bisa dibayangkan, kalau burung sanggup membuat cantolan (kait) dengan kawat listrik, untuk digunakan mengait makanan dari kaleng, maka bukankah sangat kejam kalau memakai mereka sebagai percobaan yang menyiksa?


2. Bagaimana asal muasal kehidupan?


Kalau Anda ingin mempersulit spesialis biologi, Anda cukup menanyakan bagaimana asal muasal kehidupan ini. Sejak 150 tahun silam, Darwin terus berpikir dan menurutnya bahwa segala kehidupan di atas bumi berasal dari “prebiotic soup”. Namun sampai sekarang, kita masih memikirkan asal muasal kehidupan ini.

Kita tidak tahu aneka macam pengetahuan yang berhubungan dengan asal muasal kehidupan, contohnya bagaimana mulanya, darimana dan kapan kehidupan itu dimulai, serta apakah kehidupan itu mulai dari hidup sampai mati hanya sekali atau berlangsung berulang-kali dan sebagainya.

Sejumlah ilmuwan menduga, kehidupan berasal dari bawah tanah, atau di sekitar bibir semburan gunung berapi. Sedang para ilmuwan lainnya menduga, bahwa mikroba tunggal yakni nenek moyang segala makhluk hidup di bumi. Kurang lebih pada 3 milyar tahun silam, planet Mars kala itu hangat dan lembab, sedang bumi hanya sebuah padang pasir yang dingin, mikroba-mikroba tunggal ini terbang ke bumi seiring dengan hancuran ledakan batuan di planet Mars. Menurut pandangan ini, berarti kita semua yakni insan dari planet Mars. Namun sampai ketika ini, semua dugaan-dugaan ini belum pernah dibuktikan. Kaprikornus tidak sanggup meyakinkan orang. Asal mula kehidupan, besar kemungkinan merupakan misteri yang paling misterius di alam semesta.


3. Apakah reaksi batin hanya omong kosong?


Sebagian besar ilmuwan menyampaikan tidak percaya dengan fenomena abnormal, alasannya fenomena-fenomena ini menyalahi prinsip normal dan tidak sanggup di jelaskan melalui percobaan. Namun apakah kita bisa menyampaikan bahwa terapi kristal (menggunakan energi kristal semoga “Medan magnetis organisme” tubuh insan kembali dalam kondisi “seimbang” dan reaksi batin itu yakni omong kosong?)

“Fenomena abnormal” mencakup kekuatan Gamma (?), “spiritual”, ocehan kala gres (new century), ramalan bintang, ramalan kartu/tarot, para ilmuwan punya alasan menganggap bahwa fenomena asing yakni suatu ilmu pengetahuan gadungan. Namun ilmuwan justru sebaliknya, mereka cermat dan rasional dalam keilmuan, kerap mempublikasikan temuan riset terbaru mereka di majalah Science terkemuka.”

Namun ketika terapi kristal dan teknik ramalan bintang diyakini hanya sebagai suatu hiburan dan bukan ilmu pengetahuan, kemudian bagaimana dengan reaksi batin, terapi akupuntur dan teknik hipnotis? ini masih perlu diteliti secara ilmiah. Dan sudah barang tentu, reaksi batin mungkin juga akan dibuktikan sebagai suatu gosip burung, siapa tahu? tidak peduli bagaimana hasilnya, harus berusaha menemukan fakta yang sesungguhnya.


4. Apa waktu itu?


Jika Anda ingin mempersulit seorang fisikawan, tanyakan padanya: “Apa itu waktu?” sebab, kita tidak akan tahu jawabannya.

Ada sebuah rumor yang mengatakan, waktu yakni senjata mistik alam yang menghalangi segala benda melaksanakan acara secara bersamaan. Waktu bisa mendefinisi kehidupan kita, alasannya kita mengandalkan waktu untuk mengukur hidup. Namun dalam hal apa itu waktu, kita sama ibarat orang zaman dahulu, juga tidak tahu apa-apa. Dan sudah barang tentu, ini bukan berarti kita tidak tahu apa yang telah dilakukan waktu. Fisikawan ibarat Einstain, dimana dalam hal karakteristik wacana waktu punya pandangan yang dalam. Kaprikornus kita bisa memberi sebuah tanda pada waktu, kemudian masukkan waktu ke dalam persamaan yang tidak sama, sehingga dengan demikian kita bisa meneliti sejumlah besar fenomena dan menarik kesimpulan.

Akan tetapi, ini belum bisa memberi tahu kita bahu-membahu apa itu waktu. Apakah merupakan sebuah “sungai” yang mengalir dari masa lampau ke masa depan? kalau ya, kemudian sungai apakah itu? Apa yang mendorongnya bergerak dan berdasarkan apa kecepatan arus sungai itu mengalir? kalau waktu yakni sebuah sungai, apakah bisa mengalir ke atas menembus sungai ini? dan apakah kita bisa sepenuhnya menghentikan arus sungai yang mengalir ini?

Novelis fiksi menyampaikan ini memungkinkan. Yang mengherankan kita adalah, fisikawan juga beranggapan ibarat ini. Namun sebelum kami membuat sebuah mesin waktu, kami harus mengetahui betul terhadap waktu yang sukar di raba dan gampang lenyap dalam sekilas ini. Hingga terakhir nanti, kami akan menyingkap misteri-misteri yang misterius ini. Namun kalau memang demikian, maka dipastikan akan muncul lebih banyak lagi misteri. Mungkin satu-satunya yang layak terhibur adalah, apabila kelak kita sanggup menyingkap semua misteri, dan kalau benar-benar terpecahkan, maka segalanya akan menjadi hambar.


5. Mengapa obesitas dari hari ke hari kian meningkat?


Pada 100 tahun silam, di dunia nyaris tidak ada satu pun kasus obesitas, selama 100 tahun itu, obesitas telah menjadi krisis yang tiada taranya dalam sejarah penyakit manusia. Jika dikalkulasi berdasarkan situasi ketika ini, kita akan semakin kelebihan berat badan.

Sebab obesitas sangat jelas: makan terlalu banyak, kurang olahraga. Namun kondisinya tidak sesederhana ini. Pertama jarang sekali yang mengetahui, di sejumlah besar negara “obesitas” di barat, contohnya Amerika Serikat, kalor yang dibuang orang-orang jauh lebih sedikit dibanding kalor yang dihabiskan orang-orang pada 50 tahun silam. Dibanding dengan orang-orang pada 1950 silam, kita jarang jalan kaki, yang menggantikannya yakni sejumlah besar kendaraan bermotor. Obesitas mulai tumbuh subur semenjak 1980, dibandingkan ketika itu, olahraga yang sangat kurang dilakukan.

Sejumlah besar ilmuwan yakin, bahwa dibalik suburnya obesitas niscaya terpendam sebuah misteri yang mendalam. Sejumlah ilmuwan pernah menuturkan, obesitas mungkin disebabkan oleh suatu virus, atau sanggup dijelaskan dengan ilmu genetika.


6. Apakah insan bisa abadi muda?

Apa kita bisa abadi muda? mungkin bisa, mungkin juga tidak. Mencegah penuaan merupakan salah satu hal yang paling tidak suka dibicarakan para ilmuwan, alasannya ini sanggup menjadikan serangkaian problem ibarat moral dan kecerdikan atau hal-hal yang memusingkan kepala.

Pertama, pada kenyataannya kita tidak tahu apa bahu-membahu penuaan itu. Dalam pandangan kita, ketika kita sudah tua, tubuh atau fisik juga akan dengan sendirinya ikut tua. Namun kenyataannya tidaklah demikian. 20 tahun pertama usia kehidupan kita, fisik kita dari hari ke hari semakin berisi dan kuat, fungsi tubuh kita kita kian hari semakin efektif, kemampuan melawan penyakit semakin kuat. Namun, mengapa di hari-hari selanjutnya (usia bertambah), semuanya menjadi sangat berlawanan?

Menurut teori evolusi penuaan, mengapa fungsi tubuh kita mulai mengalami penuaan yakni diperkirakan ketika usia 30-50 tahun insan akan mati lantaran kedinginan, kelaparan dan mati di lisan harimau buas dan sebagainya. Namun kalau kita tidak bisa hidup begitu lama, kita sama sekali tidak perlu evolusi, untuk menghadapi sakit ketika bau tanah nanti. Tetapi ini tidak bisa menjelaskan, dimana ketika kita menjadi tua, perubahan apakah yang telah mengubah “lonceng” gen, sehingga membuat kulit kita menjadi kering, rambut menjadi putih, tulang menjadi rapuh. Hanya sesudah kita mengetahui betul apa yang mengakibatkan perubahan ini gres memungkinkan mengambil langkah-langkah melawan penuaan.

Namun kita akan menghadapi satu problem moral: apakah kita bersedia hidup di sebuah dunia yang manusianya tidak akan bau tanah selamanya? atau dengan kata lain, apakah kita benar-benar bersedia hidup di dunia ibarat itu kalau hanya sejumlah kecil golongan elite masyarakat yang beruntung gres bisa menikmati perlakuan abadi muda ini?


7. Semenit saya yang kemudian apakah sama dengan saya sekarang?

“Apakah saya masih sama ibarat satu menit yang lalu?” ini kedengarannya ibarat sebuah pertanyaan yang sangat aneh! Namun ini yakni satu soal yang paling memusingkan dalam segenap ilmu pengetahuan dan dunia filsafat. Yaitu soal legalisasi jati diri. Secara permukaan, jawabannya terperinci adalah: “sudah pasti, saya yakni orang yang sama pada semenit yang lalu. Namun coba renungkan lagi sejenak.”

10 menit yang lalu, semua hal yang dilakukan setiap sel dalam otakmu sama sekali berbeda dengan hal yang dilakukan sel otak anda sekarang. Setiap berselang beberapa tahun, tubuh anda hampir sepenuhnya berganti sekali. Apakah sanggup Cutty Sark dibentuk kembali dengan kayu yang gres dan aneka macam komponen gres itu, apakah akan sama persis dengan Cutty Sark yang berlayar di atas bahari pada 150 tahun silam itu? Terhadap hal ini, tanggapan teori pemurnian adalah: “Tidak”. Dengan begitu, anda bukan lagi anda dimasa kanak-kanak itu. Pertanyaan ini menunjukkan, bahwa pertimbangan kita terhadap individual selalu berkontradiksi dengan suasana faktual yang sedang terjadi. Dan bagaimana kita mengakui jati diri satu orang yang sama, apakah berdasarkan DNA atau sesuatu lainnya yang lebih kurang jelas lagi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *