japostei.com

5 Tips Cegah Hipotermia Saat Naik Gunung

Mendaki gunung kini memang jadi salah satu kegiatan yang banyak digemari orang. Tak hanya laki-laki, perempuan pun mulai menggeluti kegiatan satu ini. Meski tengah menjadi tren di kalangan anak muda, sayangnya banyak pendaki amatir yang kurang mempersiapkan diri sehingga tak jarang dari mereka yang mengalami masalah di tengah pendakian. Mulai dari terjatuh, sakit, hingga hipotermia.
 5 Tips Cegah Hipotermia Saat Naik Gunung

Hipotermia sendiri merupakan kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35derajat celcius. Jika terlambat penanganannya, orang yang mengalami hipotermia bisa terancam bahaya. Ya, hipotermia memang seperti ancaman bagi para pendaki gunung. Nah, buat kamu yang berencana mendaki gunung dalam waktu dekat, sebaiknya ketahui dulu cara mencegah hipotermia saat naik gunung berikut ini.
1. Hindari pendakian di malam hari
Kegiatan mendaki gunung memang biasanya dilakukan saat malam hari. Hal ini dikarenakan para pendaki ingin tiba di puncak gunung saat fajar menjelang. Panorama sunrise di puncak gunung jadi hal yang paling diincar oleh para pendaki. Namun, suhu pegunungan di malam hari yang sangat dingin justru bisa membuat seseorang mengalami hipotermia apalagi bagi yang tak terbiasa mendaki saat malam hari.
Jika tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan, sebaiknya urungkan niat untuk melakukan pendakian malam. Kalaupun sudah beli tiket pesawat murah dengan jam penerbangan pagi demi tiba di lokasi pendakian saat malam hari, sebaiknya ubah jam penerbangannya. Suhu gunung di siang hari juga dinilai lebih hangat dan nyaman. Lagipula, mendaki di siang hari juga menghindarkanmu dari tersesat karena jarak pandang masih terlihat jelas.
2. Gunakan peralatan lengkap
Kurangnya peralatan yang dibawa saat mendaki jadi salah satu faktor pemicu seseorang mengalami hipotermia. Nah, supaya tidak mengalami hipotermia, alangkah baiknya untuk menggunakan perlengkapan super le ngkap. Mulai dari jaket gunung yang tahan air, angin, dan dingin, penutup kepala, sarung tangan, kaos kaki tebal, sepatu dan celana yang hangat. Jangan lupa untuk membawa peralatan wajib lainnya seperti sleeping bag, matras, serta tenda yang akan melindungi kamu dari angin pegunungan.
3. Jaga perut agar tetap terisi sepanjang waktu
Penting untuk menjaga perut tetap terisi selama mendaki. Tubuh yang kurang berenergi tak akan mampu melawan dinginnya suhu pegunungan. Jika sudah begini, seseorang berpotensi untuk mengalami hipotermia. Oleh karena itu, jaga tubuh agar selalu mendapatkan asupan selama mendaki gunung.
Jangan biarkan perut sampai kosong. Setiap pendaki diwajibkan untuk membawa stok makanan dan minuman yang disesuaikan dengan lamanya waktu pendakian. Bawalah makanan yang tinggi kalori untuk memberikan energi yang cukup pada tubuh, misalnya roti dan makanan manis lainnnya. 
4. Akhiri pendakian saat suhu tubuh kurang dari normal
Hipotermia sangat mudah menyerang seseorang yang suhu tubuhnya di bawah suhu normal. Ketika suhu tubuh berada di bawah 35 derajat celcius, tubuh akan kehilangan suhu panasnya. Nah, kalau saat mendaki suhu tubuh terasa turun drastis, lebih baik akhiri pendakian dan segeralah membuat tenda di camping ground terdekat.
5. Pelajari gejala, penyebab, dan penanganan hipotermia
Pendaki yang baik adalah mereka yang mempersiapkan segala hal dengan sangat matang. Persiapan bukan hanya sebatas persiapan fisik atau menyiapkan perlengkapan naik gunung saja, tapi kamu juga perlu mempelajari tentang hipotermia. Baik dari gejala, penyebab, hingga penanganannya bila teman sependakian terserang hipotermia. Perkaya diri dengan informasi mengenai hipotermia. Kalau perlu, tanyakan langsung mengenai hal ini kepada orang yang lebih ahli agar kamu bisa mengantisipasinya.
Itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hipotermia. Jadi, sudah siap mendaki gunung?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *