japostei.com

HADAPI TAMPINES ROVERS, BALI UNITED PAKAI PELATIH BARU

Menjelang laga kualifikasi tahap pertama Liga Champions Asia kontra Tampines Rovers, muncul kabar mengejutkan dari kubu Bali United. Juara bertahan Liga 1 2019 tersebut mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan jasa Emral Abus sebagai pelatih kepala, tentunya hal tersebut mengundang pertanyaan, apa yang terjadi dengan Stefano Cugurra? Namun, seperti dirangkum dari situs berita bola Indonesia, Bola Nusantara, Stefano Cugurra alias Teco tidak kemana-mana, dirinya digantikan oleh Emral Abus di bench karena ada kendala dengan lisensi pelatih asal Brasil tersebut.

Kendala dengan lisensi tersebut membuat Bali United harus bergerak cepat untuk mencari sosok yang dapat menggantikan Teco, kebetulan Emral Abus sendiri juga pernah melakoni peran yang sama di kompetisi Asia, kala itu ia menjadi pelatih kepala karena Djadjang Nurdjaman juga terbentur masalah lisensi. Dipastikan bahwa kehadiran Emral Abus adalah murni karena administrasi, dan kendali tim sepenuhnya secara teknik tetap berada di tangan Teco.

“Ada sedikit persoalan dari lisensi kepelatihan coach Teco yang membuat secara administrasi tidak bisa didaftarkan sebagai pelatih kepala. Jadi, kami putuskan untuk mendaftarkan Emral sebagai pelatih kepala,” ujar Chief Executive Officer Bali United, Yabes Tanuri seperti dirangkum aplikasi info bola, Bola Nusantara.

“Walaupun begitu, secara teknis tim tetap sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari coach Teco. Kami rasa juga secara teknis permainan tidak akan mengganggu persiapan yang dilakukan coach Teco selama ini,” tegasnya lagi.

Nama Emral Abus bukanlah sosok yang asing di sepakbola Indonesia, pelatih berusia 61 tahun tersebut sudah malang melintang di persepakbolaan nasional. Yang unik, Emral Abus tidak hanya melatih klub, namun ia juga aktif di dunia pendidikan sebagai pengajar, tepatnya dosen di Fakultas Pendidikan Olahraga, Universitas Negeri Padang.

Mengenai hal tersebut, Emral Abus sendiri mengakui bahwa dirinya memang senang mengajar, baik itu di lapangan maupun di ruangan kelas. Untuk menjalankan kedua peran, Emral Abus memang sosok yang memiliki kualifikasi sepadan, tidak hanya menyandang gelar doktor, ia juga dipercaya sebagai instruktur kursus lisensi kepelatihan AFC.

“Saya suka di lapangan dan di kelas. Dua-duanya saya aktif. Kalau saya pulang ke Padang, saya full mengajar satu minggu, tapi kalau saya tidak bisa saya minta tolong sama asisten. Mahasiswa juga betah diajar sama saya dan tidak rugilah mereka belajar sama saya,” ujarnya pada 2017 silam.

“Saya sudah S3 dan jadi doktor. Di Jakarta kemarin 2013 saya mendapatkan gelar doktoral, di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Saya sudah dimarahi rektor agar cepat dapat gelar profesor, dan saya harus bikin jurnal internasional agar dapat gelar profesor. Saya ambil fokus di jurusan sepakbola,” tambah pria asal Sumatera Barat itu tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *